POLITEKNIK LP3I PULOGADUNG

KAMPUS LP3I PULOGADUNG

KAMPUS LPI PULOGADUNG

KAMPUS LP3I PULOGADUNG

KAMPUS LP3I PULOGADUNG

Selasa, 08 Desember 2009

Koin Peduli Prita, Setengah Jam Raih Ratusan Ribu


Jakarta, RMOL. Simpati buat Prita Mulyasari bak virus kebaikan yang menyebar cepat ke seluruh kawasan nusantara terutama kepada kaum ibu.

Termasuk yang terjangkit adalah kaum ibu di Perumahan Baitulmarhamah Sambong, Kawalu, Kota Tasikmalaya. Mereka tidak mau ketinggalan ikut menggalang dana sumbangan bagi Prita Mulyasari sebagai bentuk dukungan dan keprihatinan akan nasib yang dialami Prita.

Aksi bertajuk "Koin Peduli Prita", dibuka hari ini, Selasa (08/12) siang. Aksi spontan kaum ibu ini mendapat sambutan yang baik dari seluruh penghuni perumahan. Terbukti hanya dalam waktu setengah jam telah terkumpul Rp 224.000.

Para ibu rumah tangga mengaku merasa prihatin dengan nasib yang menimpa Prita yang mereka anggap sesama ibu rumah tangga dari rakyat biasa. Mereka mendukung apa yang sedang diperjuangkan Prita. Warga berharap hukum masih bisa bersikap adil kepada masyarakat kecil dan miskin.

‘Koin Peduli Prita’ akan terus dilakukan hingga besok, karena masih banyak warga yang belum sempat memberikan sumbangan. Rencananya, sumbangan dari para ibu-ibu rumah tangga di Tasikmalaya ini akan dikirimkan kepada pengelola sumbangan untuk Prita di Jakarta. [ald]



Baca juga:

* KASUS PRITA MULYASARI
DPD Sebut Koin untuk Prita sebagai Simbol Gerakan Rakyat
* KASUS PRITA MULYASARI
DPD Serahkan Rp 50 Juta, Wartawan Kumpulkan Koin
* Periksa 152.360 Pasien, Pertamina Dapat Penghargaan Muri
* Perawat Asing Serbu Indonesia Tanpa Filter
* 21 November, Depsos Kucurkan Dana PKH Tahap Tiga

Aku lahir dari perut Ibu....

Aku lahir dari perut Ibu....

Bila dahaga, yang susukan aku....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan.....ibu




Aku ada pasangan hidup sendiri....



Bila senang, aku cari....pasanganku

Bila sedih, aku cari....ibu



Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku

Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu



Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku

Bila berduka, aku peluk erat....ibuku



Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku

Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu



Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku

Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"



Selalu.. aku ingat pasanganku

Selalu.. ibu ingat aku



Setiap saat... aku akan telepon pasanganku

Entah kapan... aku ingin telepon ibu



Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu



Renungkan:

"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada
ibu?

tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun
cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya........



Tapi kalau ibu sudah tiada..........

IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....

Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....

Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....

Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....

Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .

Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis
ibunya....

Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....

Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di
dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu
segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak
lalu membacanya. Upah membantu ibu:

1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-

2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-

3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-

4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-

5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-

6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp 17.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu
mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS

2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS

3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS

4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS

5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS



Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh
siibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,

"Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis "Telah
Dibayar Lunas" ditulisnya pada muka surat yang sama.

40 Orang Masih Hilang di Cianjur

40 Orang Masih Hilang di Cianjur

Korban tewas akibat gempa 7,3 SR di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 14.55 WIB, Rabu, 2 September kemarin, menjadi 46 orang. Dari jumlah itu masih banyak warga yang dilaporkan hilang oleh anggota keluarganya.

"Masih ada 40 orang warga yang belum ditemukan di Cianjur," kata Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Timur Pradopo seperti dilaporkan reporter Damaniks, Hervina dari Tasikmalaya, Kamis, 3 September 2009.

Gempa yang mengguncang kemarin itu mengakibatkan longsoran di pemukiman penduduk. Rumah-rumah di satu kampung itu tertimbun tanah dan batu-batu.

Longsor yang terjadi itu berada di desa Babakan Caringin, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Sebagian besar korban tewas berasal dari pemukiman penduduk ini.

"Kapolres sudah mengerahkan alat-alat berat untuk membantu mengevakuasi puing-puing tadi. Kesulitannya, ini jauh dari Cianjur. Sekitar lima jam," ujar dia.

Gempa bumi yang terasa di Jakarta ternyata berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa ini terjadi di kedalaman 30 km dari permukaan laut dan berpotensi tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir sementara jumlah korban yang mengalami luka berat mencapai 10 orang dan yang luka ringan 110 orang. Sebanyak 530 warga saat ini masih mengungsi.

Sementara sekitar 153 bangunan pemerintahan rusak, 8.885 rumah warga roboh, dan 9.393 rumah warga mengalami rusak ringan.

Laporkan KORUPSI via Internet

Masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke ibu kota untuk melaporkan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya dengan membuka akun di situs http://www.kpk.go.id/" target="_blank">http://www.kpk.go.id/, laporan jarak jauh langsung bisa dilaksanakan. Sistem pelaporan Online itu mulai dibuka kemarin. Layanan baru tersebut merupakan kerja sama komisi dengan Deutsche Geselschaft fur Technische Zuzammenarbeit GmbH (gtz), lembaga pembiayaan dari Jerman. Komisi mendapat bantuan itu selama dua tahun dalam bentuk teknik, bukan dana.

Dihari pertama dibuka, sedikitnya sudah 551 pengaduan masuk ke KPK. "Setiap orang yang melihat dan mendengar ada korupsi yang merugikan keuangan negara bisa melapor dengan mudah dan yang tak kalah penting, pelapor juga bisa mengetahui kemajuan laporan dari akun tersebut. Sistem itu, kata Jasin, memungkinkan pelapor memberikan laporan korupsi tanpa diketahui identitasnya. Dengan begitu, identitas pelapor amat terjamin. Tak hanya laporan korupsi, sistem itu juga memungkinkan laporan korupsi yang dilakukan staf KPK sendiri. Sistem itu juga tersambung langsung dengan pengawasan internal KPK. "Tak hanya mengawasi pejabat negara tetapi juga ke internal lembaga ini sendiri" ucapnya.


Sekjen Transparecy International Indonesia (TII) Teten Masduki yang hadir dalam eluncuran mengapresiasi sistem tersebut. "Ini sangat menarik. Nantinya akan sangat banyak orang tertangkap tangan KPK karena korupsi," ucapnya. Dia yakin sistem tersebut memungkinkan banyaknya whistle blower dalam kasus korupsi. "Dalam pemberantasan korupsi itu terbongkarnya kasus itu berawal dari pelaku kecil yang mengaku. Ibaratnya menangkap hiu bermula dari teri," ucapnya. Meski demikian, Teten berharap dengan banyaknya laporan, KPK makin giat memberantas korupsi. "Jangan sampai laporan berulang tahun di meja KPK. Itu akan membuat masyarakat malas melapor korupsi," ujarnya. Soal ini, komisi bisa mencontoh praktik KPK Hongkong yang bisa memberikan jawaban dalam 48 jam.

LIMA MAHASISWA SETIA JAHIT MULUT


Lima mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Arastamar (Setia) melakukan aksi mogok makan dengan menjahit mulut. Aksi ini dilakukan sejak pukul 12.00, Minggu 8 November 2009, di halaman gedung eks Walikota Jakarta Barat.

Kelima mahasiswa tersebut saat ini tergolek lemah di tenda yang terpasang di halaman gedung eks walikota itu. Sementara 50 meter dari tenda tersebut, belasan pekerja dan dua alat berat tetap menjalankan pekerjaannya meratakan bangunan yang berada di sisi kiri.

Menurut seorang pengajar Setia yang berada di lokasi, Nolo Jamasi, Aksi ini
dilakukan secara spontan oleh mahasiswa. "Kami pihak kampus tidak bisa membatasi aksi mahasiswa" ujar Nolo.

Aksi mahasiswa ini didasari kabar yang menyatakan besok adalah batas waktu terakhir yang diberikan oleh pihak Saweri Gading kepada kampus Setia untuk menggunakan gedung ini. Rencananya,besok bangunan ini akan di robohkan oleh pihak Saweri Gading.

"Kami tidak akan melawan pihak Saweri Gading, tapi kami akan menuntut Pemda DKI untuk segera memberikan penampungan baru untuk kami," ujar Nolo.

Sebelumnya, Pemda telah memberikan tempat pengungsian di sebuah bangunan di wilayah Jakarta Utara. Namun menurut Nolo, bangunan tersebut tidak layak untuk digunakan. "Kami minta bangunan yang layak lah untuk kegiatan kampus," ujar Nolo berharap.

Oleh karena itu, malam ini seluruh civitas kampus Setia rencananya akan melakukan rapat terkait hal ini. "Kalau besok benar digusur, kami seluruh mahasiswa Setia akan demo ke Pemda," ujar Nolo. (sumber : vivanews.com)
Baca Selanjutnya.....

KOIN PEDULI PRITA MULYASARI



Jakarta - Baru sehari dibuka, Posko Koin Peduli untuk Prita Mulyasari sudah mendekati angka Rp 1 juta. Bagi masyarakat yang ingin membantu beban terdakwa pencemaran nama baik RS Omni tersebut, inilah waktu yang tepat.

"Kami mengajak semua orang yang tergerak hatinya untuk membantu Ibu Prita. Silahkan langsung antar koin sendiri, ini akan sangat berarti bagi dirinya," kata koordinator Posko Koin Peduli, Ade Novita saat dihubungi, Minggu (6/12/2009).

Posko Ade beralamat di Komplek PWR Jl Margaswatwa, No 60 Jati Padang, Ragunan, Jakarta Selatan. Untuk Jabodetabek, ada 8 posko yang tersebar di berbagai wilayah. Mulai dari Bogor, Bintaro, Tangerang, Sawangan hingga Cibubur.



Sementara itu di luar Jakarta juga didirikan 4 posko. Posko-posko itu terletak di Medan, Yogyakarta, NAD dan Surabaya.

Menurut Ade, ia dan rekan-rekan yang lain memang sengaja hanya fokus pada pengumpulan koin. Bagi Ade, di koin ada nilai rupiah terkecil yang membuat siapa pun pasti bisa ikut membantu menyumbang.

"Kemarin ada bapak-bapak yang hanya bisa sumbang Rp 1000. Office boy teman saya juga senang karena dia bisa ikut bantu. Dengan koin, tidak ada lagi ketimpangan menyumbang antara yang kaya dan miskin," papar Ade.

Ade berharap, aksi ini setidaknya dapat mengurangi kesedihan Prita. "Ibu Prita nggak usah sedihlah," pinta Ade yang mengaku sangat ingin bertemu langsung dengan Prita.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, jumlah koin sudah hampir mendekati Rp 1 juta. Di posko Jati Padang, sudah terkumpul Rp 704 ribu. Di Bintaro baru ada Rp 100 ribu, di Tebet ada Rp 54 ribu.

Sementara itu di luar Jakarta, pergerakan jumlah koin memang cukup lambat. Diduga hal itu terjadi karena kurangnya informasi seputar aksi ini.

Tergerak hati untuk menyumbang sebagian kecil dari uang yang kita punya bagi Prita? Inilah saatnya.

Aksi Koin Peduli Prita Mulyasari



Jakarta - Uang receh atau Koin senilai Rp 704 ribu berhasil terkumpul di Posko Koin Peduli Prita Mulyasari di Jl Taman Margasatwa, Jakarta. Pengumpulan koin dilakukn untuk membantu Prita Mulyasari, terdakwa pencemaran nama baik.

"Baru kita hitung posko Margasatwa sudah ada Rp 704.000. Posko yang lain belum laporan," kata koordinator Posko Koin Peduli, Ade Novita.

Selain posko Margasatwa, ada 8 posko yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek. Selain itu, 4 posko di luar Jakarta di Medan, Yogyakarta, Aceh dan Surabaya.

Menurut rencana, setelah koin terkumpul Rp 204 juta, uang tersebut akan diserahkan langsung ke pengadilan. Seperti yang diketahui, Pengadilan Tinggi memutus bersalah Prita dan mengharuskan ia membayar uang denda Rp 204 juta.

Prita Mulyasari terdakwa pencemaran nama baik rumah sakit Omni International, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, awalnya diminta mengganti kerugian material rumah sakit itu sebesar Rp300 miliar.

"Sebenarnya pertama kali Prita didenda Rp300 miliar oleh RS Omni dan keputusan akhir pengadilan Prita harus membayar ganti rugi Rp204 juta," ungkap pengacara Prita, Slamet Yuwono di Tangerang, Sabtu.

Ia mengatakan, ketika kasus Prita mencuat RS Omni meminta ganti rugi atas pencemaran nama baik kepada Prita bernilai ratusan miliaran yang tidak mampu dibayar kliennya.

Slamet mengungkapkan, ganti rugi uang miliaran rupiah gugatan RS Omni yang ditembuskan kepada tim pengacara Prita dan kliennya terpaksa ditolak.

"Kita tersentak dengan gugatan RS Omni kepada Prita, kita menganggap jumlah itu mengada-ada sampai miliaran rupiah," kata Slamet.

Bahkan, kata Slamet, rekapan ganti rugi pengajuan RS Omni kepada Pengadilan Tinggi (PT) Banten juga ditolak, PT Banten menilai besarnya denda yang diinginkan RS Omni terhadap Prita dinilai tidak masuk akal.

Akhirnya, lanjut Slamet, PT Banten memutuskan dan menghukum Prita untuk membayar ganti rugi kepada RS Omni sebesar Rp204 juta.

Slamet menjelaskan, terkait denda tersebut, pihaknya balik meminta ganti rugi kepada RS Omni sebesar Rp1 triliun atas buruknya pelayanan RS Omni terhadap Prita.

"Kita telah mengajukan kasasi dan kuasa kasasi di Pengadilan Negeri Tangerang, kita berharap Mahkamah Agung menerima kasasi itu," katanya.

Sementara itu, Prita membenarkan bahwa sebelum PT Banten memutuskan dirinya mengganti rugi Rp204 juta, pada awalnya RS Omni meminta dirinya membayar denda miliaran rupiah.

"Saya kaget ganti rugi yang harus dibayar sebesar Rp300 miliar. Ya Allah, dari mana saya dapat uang sebesar itu untuk melunasi,"ujar Prita di rumahnya di Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

PT Banten mengeluarkan keputusan menghukum Prita untuk membayar ganti rugi kepada RS Omni International sebesar Rp204 juta. Keputusan PT Banten telah diserahkan kepada PN Tangerang.