POLITEKNIK LP3I PULOGADUNG

KAMPUS LP3I PULOGADUNG

KAMPUS LPI PULOGADUNG

KAMPUS LP3I PULOGADUNG

KAMPUS LP3I PULOGADUNG

Rabu, 09 Desember 2009

Mengeluh Lewat Milis, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Prita Mulyasari, ibu dengan dua anak, ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Internasional Omni Hospital, Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan.

"Dititipkan di sini sejak 13 Mei lalu oleh Kejaksaan Negeri Tangerang," kata Arti Wirastuti, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, di kantornya kemarin.

Prita, warga Vila Melati Mas Residence, Serpong, mendekam di Paviliun Menara, ruang tahanan khusus titipan yang menunggu persidangan. Arti menolak permintaan Tempo untuk bertemu Prita.

Ia dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang isinya, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."

Sanksi atas pelanggaran pasal itu berupa hukuman penjara maksimal enam tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Anggota tim jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Haryadi, mengatakan baru pada 25 Mei lalu dia menerima berkas kasus nomor 55-1/2009 itu dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Kasus ini bermula dari surat elektronik Prita yang berisi keluhannya ketika dirawat di unit gawat darurat Omni Internasional pada 7 Agustus 2008. Surat yang semula hanya ditujukan ke sebuah mailing list (milis) itu ternyata beredar ke pelbagai milis dan forum di Internet, dan diketahui oleh manajemen Rumah Sakit Omni.

PT Sarana Mediatama Internasional, pengelola rumah sakit itu, lalu merespons dengan mengirim jawaban atas keluhan Prita ke beberapa milis dan memasang iklan di harian nasional. Belakangan, PT Sarana juga menggugat Prita, baik secara perdata maupun pidana, dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan perkara gugatan perdata nomor 300/PDG/6/2008/PN-TNG itu sekitar dua pekan yang lalu. Ketua Pengadilan Herri Swantoro menolak menjelaskan putusannya. "Karena pada 25 Mei 2009 kedua belah pihak menyatakan banding," ujarnya kemarin.

Herri memastikan persidangan pidana kasus ini akan digelar pekan depan dan dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tangerang. "Semua sudah disiapkan."

Pengacara PT Sarana, Hadi, belum memberikan penjelasan. "Nanti hubungi saya lagi," katanya kemarin.

Ia tak menjawab ketika Tempo menghubunginya kembali dan mengirim pesan singkat ke telepon selulernya.

Keluarga Prita pun bungkam. "Saya tak berani ngomong, ini amanat Prita," kata Arief, kakak kandung Prita, dua hari yang lalu. JONIANSYAH | HAMLUDDIN | JOBPIE S

Peringatan Hari Ibu

DI indonesia, Hari ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember, atau tepat hari ini. Seperti juga di Negara-negara Amerika, Austarlia, Jerman, Jepang, hari Ibu atau Mother’s day di peringati setiap minggu kedua bulan Mei, sedangkan di Negara-negara Eropa Mother’s day diperingati setiap bulan maret.

Di negara-negara Amerika sana mother’s day jatuh setiap hari Minggu di minggu kedua bulan Mei. Sehingga peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Sedangkan di Indonesia, Peringatan Hari Ibu jatuh setiap tanggal 22 Desember, dan bukan merupakan Hari Libur, sehingga kesempatan ibu-ibu untuk merayakannya nyaris tidak ada. Mungkin bagi ibu-ibu rumah tangga bisa merayakannya dengan ibu-ibu rumah tangga yang lain, tapi coba lihat ibu-ibu yang bekerja, mereka tidak terpengaruh dengan peringatan hari ibu ini.

Tapi karena ibu-ibu di Indonesia memang tangguh-tangguh, jadi ada dan tidak ada hari Ibu mungkin tidak berpengaruh.
Ibu menjadi tempat bersandar banyak anak, tapi sebetulnya niat ibu kita tidak menjadikan dirinya tempat bersandar, karena beliau ingin kita berdiri tegak. Jadi mungkin ibu ingin kita berjalan dan memimpin kehidupan yang baik. Maka se sedikit mungkin kita bercerita masalah kita kepada Beliau, karena walaupun masalah kita selesai, ibu akan selalu memikirkannya.

Ibu membutuhkan anak yang menyayangi beliau, jadi sekarang sempatkanlah waktu sedikit untuk beliau. Teleponlah jika memang kita jauh dari beliau, dan peluklah beliau jika dekat dengan beliu.
Ibu, aku sayang ibu….

“SeLamat hari Ibu, untuk semua Ibu di Indonesia”

Hari Ibu jatuh pada 22 Desember. Mengapa tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Ibu? Berikut sejarah singkat Hari Ibu; teks yang dibaca pada peringatan

Presiden Hadiri Peringatan Hari Ibu 2008
JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (22/12) pagi, menghadiri acara peringatan ke-80 Hari Ibu dan Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009.

Peringatan Hari Ibu tahun 2008 bertema Dengan Semangat Satu Abad Kebangkitan Nasional, Kita Tingkatkan Kiprah Perempuan Indonesia Dalam Membangun Karakter dan Pekerti Bangsa Menuju Indonesia Yang Adil, Demokratis, dan Sejahtera.

Dalam acara tersebut Presiden didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla.

Menurut keterangan dari Humas Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, tema peringatan Hari Ibu kali ini sekaligus menunjukkan peran perempuan bukan hanya sebagai seorang ibu namun juga pendidik utama dalam keluarga.

Peringatan Hari Ibu merujuk pada dimulainya Kongres I Perserikatan Perempuan Indonesia pada 22 Desember 1928 dimana perempuan Indonesia menunjukkan perannya untuk mewujudkan Indonesia merdeka serta mempertahankannya.

Pada acara itu juga akan diserahkan penghargaan kepada tiga tokoh perempuan yaitu Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih, M.App, Sc (guru besar Universitas Brawijaya Malang) sebagai tokoh berprestasi dalam bidang pengembangan teknologi pangan tradisional dari potensi daerah lokal.

Iravati M Sudiarso akan menerima penghargaan sebagai pianis berprestasi internasional. Dia adalah seorang pencinta dan pengajar seni dan Trisutji Djuliati Kamal (pianis dan komponis handal yang telah menciptakan lebih dari 200 karya komposisi untuk piano).

Dalam peringatan Hari Ibu itu juga akan dilakukan penandatanganan Peraturan Bersama antara Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Kesehatan dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang: "Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu selama Waktu Kerja di Tempat
Kerja".

Peraturan bersama itu dimaksudkan agar hak-hak perempuan sebagai pekerja dan untuk mendorong peningkatan pemberian ASI di Indonesia terpenuhi secara maksimal. (Ant/OL-01)

Sejarah Singkat Hari Ibu (Peringatan Tahun 2009)

Hari Ibu jatuh pada 22 Desember. Mengapa tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Ibu?

Berikut sejarah singkat Hari Ibu; teks yang dibaca pada peringatan Hari Ibu tahun 2009. Tema peringatan Hari Ibu (PHI) tahun ini adalah Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Pembangunan Nasional.

Sejarah Singkat Hari

Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalamKongres Pemuda Indonesia, menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri. Pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Selanjutnya, atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928

diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah di bentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Melalui PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum Laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Pada tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Pada tahun 1938 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Selanjutnya, dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959,yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia di singkat KOWANI, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

HariIbu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa, serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai Hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan:

1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;

2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;

3. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan

persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa

dan negara.

Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

PERINGATAN HARI IBU GOW DILIBATKAN


Menyongsong peringatan Hari Ibu ke 80 tahun 2008 tingkat Kabupaten Gorontalo yang akan di gelar pada tanggal 22 Desember mendatang Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gorontalo menggelar rapat pembentukan panitia Hari ibu bertempat di sekertariat PKK Kabupaten Gorontalo. Rabu 10/12

Dalam rapat tersebut disepakati secara aklamasi ketua DWP Kabupaten Ermita Nadjamudin Laya sebagai Ketua Panitia, sementara ketua organisasi (GOW) lainnya seperti Ketua Dharma Yukti Karini Diah Sigit dikukuhkan sebagai Wakil Ketua I, Ketua Bhayangkari Polres Limboto Tuty Widjanarko sebagai Wakil Ketua II, Ketua PIAD Norma NauE sebagai Wakil Ketua III dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Gorontalo Roswati Lasimpala sebagai wakil ketua IV. Dalam tersebut pula ditetapkan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Deni Masengih sebagai koordinator pelaksana khususnya seksi ziarah, Ketua Adhiyaksa dharma Karini Ny. Wito bersama dengan anggota PKK lainnya yang turut tergabung dalam seksi-seksi.
Ketua panitia terpilih Ermita Nadjamudin Laya saat dikonfirmasi dalam penjelasannya mengatakan bahwa peringatan hari ibu tahun ke 80 tersebut akan gelar sekaligus dengan peringatan HUT DWP ke 9 tingkat Kabupaten Gorontalo dimana khusus untuk perayaan HUT DWP sebelumnya telah digelar rangkain kegitan lomba.
Khusus untuk kepanitiaan Hari ibu kedepan Ermita menguraikan kegiatan yang bakal digelar adalah anjangsana ke lapas dan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan pentadio.
Sementara itu Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja saat dimintai penjelasan mengenai pelaksanaan perayaan hari ibu mengatakan bahwa pelaksanaan tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya dimana seluruh Gabungan Organisasi Wanita dilibatkan, sebagai bentuk kerjasama Gabungan Organisasi Wanita.

Studi Banding Warga Kecamatan Gekbrong ke PT. Tirta Investama

Gonjang ganjing informasi rencana eksploitasi Air Dalam yang digagas oleh PT Tirta Investama (Aqua) di Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, membuat warga masyarakat Gekbrong jengah. ada yang setuju karena setidaknya Gekbrong akan mempunyai aset baru, rekrutmen Tenaga Kerja, pendampingan program pemberdayaan masyarakat (CSR = Corporate Sosial responsibility) dan lain lain, sedangkan sebagian masyarakat, terutama komunitas pertanian merasa cemas akan cadangan air permukaan tersedot yang akhirnya di khawatirkan air untuk pertanian, perikanan dan untuk kebutuhan masyarakat akan berkurang bahkan kering.

Camat Gekbrong Dadan Ginanjar, mengusulkan kepada calon pengusaha untuk mensosialisasikan rencananya melalui study banding ke Pabrik Air Minum Dalam Kemasan yang sudah beroperasi, karena sosialisasi tanpa melihat fakta sulit dipahami masyarakat awam. Akhirnya terpilihlah Pabrik Aqua Klaten sebagai nara sumber.

Pada tanggal 29 Nopember 2009 s/d 1 Desember 2009 rombongan studi banding berangkat dari Kecamatan Gekbrong dan Cianjur menuju Klaten. Rombongan berjumlah 34 orang tediri dari tokoh masyarakat dan pemuda kec. Gekbrong, tokoh agama BAPPEDA, Kantor Lingkungan Hidup, Dinas PSDAP, KPP Terpadu dan PMD, Bagian Hukum, MUSPIKA Gekbrong, Para Kades Se Kec.Gekbrong, Kord. PPL Pertanian, dan utusan Lembaga Masyarakat Desa.

Setibanya di sana rombongan diterima Pimpinan Pabrik Aqua Klaten, melihat situasi Pabrik, sumber mata air masyarakat, sumur bor eksploitasi, berkumpul dengan Kepala Desa Setempat, kelompok tani dan P3A Mitra Cai.

Disana, tepatnya di Desa Polan Kecamatan Polan Harjo Kab. Klaten terdapat mata air namanya mata air KAPILALER yang sudah sejak jaman "walanda" dimanfaatkan untuk MCK, mengairi lahan pertanian dan perikanan. mata air tersebut mempunyai debit kira-kira 30 liter per detik. kira-kira 30 meter dari mata air Kapilaler dibuat Sumur Bor. Air Dalam yang berada pada cekungan desa polan tersebut ternyata hanya berada dikedalaman 50 meter saja, air keluar menyembur sendiri tanpa dipompa sebanyak 64 liter per detik, air tersebut bisa langsung kita minum, karena tidak mengandung bakteri. sumur dibuat sedemikian rupa dengan Cor beton, sehingga air permukaan yang banyak mengandung bakteri tidak sampai masuk ke air dalam cekungan bawah tanah.

Air dalam sebanyak 64 liter per detik tersebut, dialirkan ke Pabrik Aqua sebanyak 30 liter per detik dan dialirkan untuk masyarakat melalui irigasi sebanyak 34 liter per detik. pengaturan pembagian air tersebut berada dalam satu bangunan yang terkunci dan kuncinya dipegang serta dikendalikan oleh Dinas Pertambangan Kabupaten Klaten.

Anehnya sumber mata air KAPILALER keluar kira-kira 30 liter per detik tidak pernah berkurang, malah jadi bertambah dari limpahan (over flow) sumur air dalam cekungan.

Kunjungan Mentri Koperasi & UKM ke Koperasi Mitra Tani Parahyangan

Program One Vilage One Product (OVOP) sebagai sarana untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di suatu wilayah untuk meningkatkan perekonomian daerah, diantaranya sebagai berikut : basis pembangunan ekonomi yang berkesinambungan anatara sinergis sosial dan ekonomi, daya dukung Sumberdaya Alam (SDA) dan kelembagaan yang berbasis agribisnis. Koperasi Mitra Tani Parahyangan yang terletak di Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur telah melaksanakan Program tersebut yang dimulai pada tahun anggaran 2008.

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI, DR. Syarifudin Hasan, MBA beberapa waktu yang lalu ke Koperasi Mitra Tani Parahyangan adalah dalam rangka peninjauan pembangunan sarana usaha pengadaan pupuk organik, yang merupakan salah satu sarana penunjang kegiatan OVOP Agribisnis di Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Evaluasi kegiatan OVOP Agribisnis, penandatanganan MOU kemitraan pemasaran Produk Koperasi Mitra Tani Parahyangan dengan swalayan Giant/Herro dan ramayana serta penyerahan bantuan dana sumbangan dari Bupati Cianjur kepada istri tukang beca.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan sebagai upaya pembangunan Sumber Daya Manusia di Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Petani/Anggota Koperasi Mitra Tani Parahyangan, penyerapan tenaga kerja, peluang usaha sebagai penjabaran OVOP agribisnis, baik On Farm maupun Off Farm.